Teaching Method


TPR – Total Physical Response

Pertama kali dikembangkan oleh James Asher seorang profesor di bidang psikologi di Amerika Serikat pada tahun 1960an. Metode ini didasari oleh sebuah teori yang menyatakan bahwa memori seseorang dipertajam dengan penggunaan gerak tubuh dalam proses pembelajaran. Dengan menjalankan metode pengajaran ini, para murid dapat mempelajari bahasa asing dengan menyenangkan. Hal ini disebabkan oleh penggunaan aktivitas – aktivitas yang menyertakan gerakan tubuh di dalam kelas.

Inquiry Based Learning

Inquiry Based Learning berasal dari teori belajar konstruktif yang menyatakan bahwa pemahaman suatu bahasa dibangun dari perkembangan aktif konsep – konsep oleh para murid. Teori ini menekankan akan pentingnya proses belajar agar dapat mempertajam pemahaman suatu bahasa sepenuhnya.

Dalam pengajaran suatu bahasa, teori ini dilakukan dengan cara menggabungkan topik – topik menarik yang dapat mendorong murid – murid untuk berpartisipasi secara aktif di dalam kelas menggunakan bahasa Inggris di dalam kelas. Dengan partisipasi aktif para murid, maka mereka dapat dengan percaya diri menyampaikan pendapat mereka dan mendapatkan pemahaman sempurna tentang penggunaan Bahasa Inggris.

Active Learning

Metode ini banyak digunakan di lembaga – lembaga belajar di Eropa. Active Learning adalah metode pembelajaran yang menggunakan topik – topik menarik berdasarkan fakta ataupun imajinasi. Berbeda dengan metode pengajaran tradisional, dimana murid – murid belajar dengan pasif di kelas yaitu dengan mendengarkan penjelasan guru dan melakukan latihan – latihan di dalam kelas. Metode ini menempatkan para guru sebagai fasBILItator, instruktur, dan pengawas. Murid – murid diberikan suatu topik dan aktifitas, dan diberikan kesempatan untuk mendalami topik tersebut dengan bantuan para guru sebagai pembimbing, agar mereka dapat mengerti dan mengaplikasikan informasi secara tepat. Terdapat 5 aktifitas dasar dari Active Learning; membaca, menulis, mendengarkan, berbicara, dan merefleksikan pembelajaran yang telah dilakukan.

Integrated Learning

Metode pengajaran Integrated Learning adalah metode yang saat ini sudah banyak diterapkan diseluruh dunia. Metode ini tidaklah hanya terpaku pada satu mata pelajaran saja, namun terpaku pada penggabungan pelajaran – pelajaran tertentu yang bertujuan untuk memperluas dan memperdalam pengetahuan murid. Di dalam pembahasannya di dalam kelas, penggunaan topik sangatlah dipengaruhi oleh kemampuan awal para murid.

Dalam pengajaran bahasa, metode ini menggabungkan pengajaran bahasa dan topik – topik lain yang menarik agar dapat mendorong murid untuk melatih kemampuan berbahasa mereka. Melalui diskusi perorangan dan kelompok, murid – murid terdorong untuk mengekspresikan opini mereka, menerapkan pengetahuan mereka, dan mempresentasikan pemahaman mereka tentang topik tertentu dalam bahasa Inggris. Aktifitas di dalam metode ini sangatlah tepat untuk pengajaran kemampuan berbahasa, dan menciptakan kesempatan bagi para murid untuk mempertajam kemampuan berbahasa mereka agar dapat memperoleh kompetensi berbahasa secara sempurna.

Communicative Language Learning

Communicative Language Learning adalah metode pengajaran yang menggunakan situasi – situasi tertentu yang dapat menciptakan komunikasi efektif. Dengan metode pengajaran ini, para murid dapat termotivasi secara intrinsik untuk belajar.

Seorang ahli di bidang Communicative Language Teaching, Margie S. Berns, menulis bahwa “bahasa adalah interaksi; bahasa adalah aktifitas hubungan interpersonal dan memiliki hubungan yang jelas dengan masyarakat. Oleh sebab itu, pembelajaran bahasa haruslah melihat fungsi dari konteks bahasa, yaitu konteks linguistik dan sosial , atau konteks situasional,” (Berns, 1984, p. 5)